Kado Ulang Tahun

image
Ilustrasi oleh Adinda S.

“Maaf, aku terlambat.”
Punggung kemejaku basah oleh keringat karena terik yang menyengat. Aku mulai menghitung dalam hati, satu, dua, tiga…. Ah, ternyata sudah seminggu lebih. Teman macam apa aku ini, melupakan ulang tahun kawannya sendiri?

Kusembunyikan seikat bunga krisan di balik punggung. Percuma sih, pasti kau sudah melihatnya. Ini kan bunga favoritmu. Namun, saat aku membelinya, Jia malah mencemoohku, “Memangnya mau pesta kembang?”

*

“Selamat ulang tahun…” ujarku lirih setelah mengucap salam. Memasuki area rumahmu, kupanjatkan doa dalam hati agar kau senantiasa memperoleh nikmat yang terbaik dari-Nya. Dengan khidmat, tak lupa kuusapkan kedua telapak tanganku ke wajah usai berdoa. Kulihat Jia pun melakukan hal yang sama.

Perlahan, aku beringsut dan menyingkirkan rerumputan liar yang tumbuh di sekitar rumahmu. Kusandarkan seikat bunga krisan segar tersebut di sisi papan yang bertuliskan namamu sebagai gantinya.
Jia meraih lenganku, hendak bergegas pergi. “Jangan lama-lama berdoanya, lebih baik di rumah,” katanya. Aku menurut saja.

Sayup-sayup terdengar suara azan dari kejauhan. Aku menatap bunga krisan itu lagi untuk terakhir kalinya. Istirahatlah dengan tenang, kawan, batinku. Kami merindukanmu.

Seketika, awan-awan berarak dan berkumpul di atas rumahmu untuk meneduhkannya.

*

A/N: Ditulis untuk mengenang 40 hari wafatnya sahabat kami, almarhumah Nurul Aini, dan untuk ulang tahunnya yang ke-22 pada 24 Mei 2014 lalu.
Remember that we love you.

Adinda S. Rahayu

Iklan

2 pemikiran pada “Kado Ulang Tahun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s