Watch: Meliburkan Diri Ala Ferris Bueller

Biasanya, saya dapat stok film baru kalau Gladhys lagi mampir ke Taman Baca Bulian. Kali ini, saya langsung setuju waktu dia menawarkan film-film Amerika tahun ’80-an saat bukber di Bulian hari Sabtu kemarin. Berhubung saya lagi butuh bahan ketawa-ketiwi, pilihan film untuk ditonton pertama jatuh pada Ferris Bueller’s Day Off (1986), film yang menurut Gladhys memang menghibur banget.

image

Summary: Ferris Bueller (Matthew Broderick) adalah murid SMA tingkat akhir yang cerdik dan hobi bolos sekolah. Saking cerdiknya, orang tua Ferris enggak pernah tahu kalau dia sudah absen sembilan kali selama satu semester. Alasan membolosnya pun filosofis, “Waktu berlalu sangat cepat. Kalau kamu enggak berhenti sesekali untuk menikmatinya, kamu bakal melewatkan banyak hal!”

Suatu hari, Ferris kembali pura-pura sakit untuk meyakinkan ortunya bahwa dia enggak bisa masuk sekolah. Dia juga membajak sistem komputer sekolah dan mengurangi hari absennya dari 9 hari menjadi 2 hari. Ferris pun mengundang sahabat dan pacarnya, Cameron Frye (Alan Ruck) dan Sloane Peterson (Mia Sara), untuk menikmati “hari liburnya” dan berkeliling Kota Chicago.

image

Di sinilah adegan-adegan seru nan kocak terjadi. Mulai dari naik mobil Ferrari kesayangan ayahnya Cameron, makan di restoran mahal (hampir ketahuan ayahnya Ferris!), nonton pertandingan bisbol, sampai menyelundup di karnaval. Sesekali, Ferris melakukan teknik breaking the fourth wall dengan gayanya yang kocak. Bikin saya teringat tokoh Greg Heffley (diperankan oleh Zachary Gordon) di film Diary of A Wimpy Kid. Lucu!

Edward Rooney (Jeffrey Jones), sang kepala sekolah pun enggak tinggal diam. Ed yang dari awal memang sudah kepalang bete sama Ferris menempuh segala cara untuk membuktikan bahwa Ferris membolos. Kira-kira, usahanya berhasil enggak, ya? Nah, silakan ditonton sendiri, dijamin menghibur dan mengundang tawa.

Best Moment: Waktu Ferris menyelundup ke karnaval dan tiba-tiba menyanyikan “Twist and Shout”-nya The Beatles. Seluruh kota pun serempak bergoyang mengikuti irama lagu. Heboh. Epic.

Film ini juga memamerkan sejumlah landmark Kota Chicago, seperti Sears Towers dan Art Institute of Chicago yang dikunjungi Ferris dan kawan-kawan.

Cocok Ditonton Saat: Lagi bete, galau, pusing, sedih, atau lagi sekadar butuh bahan tertawaan. Empat bintang buat Ferris yang menemani saya saat baru saja selesai mengurus segala keperluan tugas akhir yang bikin sakit kepala.

Adinda S. Rahayu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s