Watch: Doctor Who Season 5 (2010)

Doctor yang baru saja beregenerasi masih memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan tubuh barunya yang kesebelas, but his enemies never sleep.

image
Amy dan Doctor (sumber: Wikipedia)

The Doctor: Eleventh Doctor (Matt Smith)
Companions: Amelia “Amy” Pond (Karen Gillan), Rory Williams (Arthur Darvill), River Song (Alex Kingston)
Summary: Amelia Pond, seorang gadis cilik berusia tujuh tahun kerap mendengar suara-suara dan bisikan aneh dari retakan besar di dinding kamarnya. Amelia kecil berdoa kepada Santa Klaus untuk mengirimkan seseorang yang dapat memperbaiki retakan tersebut. Langit pun mengamini doa Amelia saat sesosok orang asing dengan boks telepon biru mendarat di halaman rumahnya.

Sosok asing tersebut merupakan Doctor. Karena penampilannya berantakan, Amelia menjulukinya raggedy man dan menganggap Doctor sebagai teman khayalannya. Doctor berjanji akan kembali lima menit dan setelahnya, Amelia bisa ikut bertualang bersamanya. But he never comes until more than a decade later, when little Amelia becomes a grown-up and cynical “Amy” who doesn’t trust her imaginary friend any more.

Favorite Episodes:
(Episode pertama “The Eleventh Hour” dan dua episode terakhir “The Pandorica Opens”/”The Big Bang” wajib ditonton).

1. “Time of Angels”/”Flesh and Stone”
Meet one of the Doctor’s scariest enemies: the weeping angels. And the mysterious important woman in his future: Professor River Song. Agak nyeremin, tapi enggak nyesel deh untuk tahu lebih lanjut tentang si misterius River Song yang muncul sebagai arkeolog di musim tayang keempat itu. Weeping angels pun muncul dalam jumlah lebih banyak dan scarier than ever di dua episode ini.

2. “Vincent and The Doctor”
Doctor dan Amy mengamati keanehan pada salah satu lukisan karya Vincent van Gogh. Ada sesosok makhluk yang seharusnya tidak ada dalam lukisan itu. Mereka pun kembali ke masa ketika Vincent membuat lukisan tersebut untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.

image
Doctor, Amy, dan lukisan Vincent (sumber: Instagram)

Ini episode yang paling saya suka di musim tayang kelima. Very meaningful and tear jerking. Apalagi kalau kamu ternyata penggemar karya-karya Van Gogh, episode ini enggak boleh dilewatkan!

Every life is a pile of good things and bad things. The good things don’t always soften the bad things, but vice versa, the bad things don’t necessarily spoil the good things or make them unimportant.
– Eleventh Doctor

Thoughts:
So far, musim tayang kelima oke-oke saja. Tetap bikin sedih, nangis, mikir, ketawa, dan deg-degan. Namun, saya pribadi masih merasa ada yang “hilang” di sini.

Eleventh Doctor merupakan inkarnasi Doctor termuda yang diperankan oleh Matt Smith (he was only 26 when he got the role). Setahu saya, banyak yang protes karena sosok Doctor diperankan oleh aktor muda, tetapi saya enggak masalah akan hal tersebut. Saya suka Eleventh Doctor yang kekanak-kanakan, lucu, dan awkward abis. He brings lighter touch for the Doctor character.

Namun, saya kecewa sama companion-nya si Eleventh Doctor. Begini, Amy punya latar belakang cerita yang keren banget. Dia juga cantik banget. Pacarnya juga setia banget. Masalahnya, kok saya merasa kalau dia hanya “sekadar ikut” Doctor, ya? Amy ngikutin Doctor, Rory ngikutin Amy. Beda banget sama Rose, Martha, dan Donna yang digambarkan punya inisiatif kuat dan memiliki kelebihan (dan juga kekurangan) masing-masing.

Maaf ya jadi RTD-centric begini. Namun jujur, saya kecewa (ditimpukin fans Amy dan Rory). Sepanjang musim tayang ini, saya cuma jatuh hati sama penampilan mereka di episode pertama “The Eleventh Hour” dan dua episode terakhir “The Pandorica Opens”/”The Big Bang”. Kalau River Song sih, sejauh ini saya menganggap dia oke, kayak Captain Jack Harkness gitu mungkin, ya.

Maybe it’s because Amy grew up with the crack on her bedroom wall and many other aspects. Saya juga baca kalau ternyata musim tayang ini dikonsep lebih seperti dongeng (fairytale-like) ketimbang fiksi ilmiah. Selain Steven Moffat, semua episode di sini pun disusun oleh para director yang belum pernah menangani Doctor Who sebelumnya. Cukup beralasan juga, sih. Namun, kalau kamu mulai nonton Doctor Who dari musim tayang ini, saya kira kamu enggak bakal terlalu kecewa dan sibuk membanding-bandingkan dengan musim pertama sampai keempat kayak saya.

Yang asyik dari musim tayang kelima ini ialah: gambarnya bagus! Efek-efek komputernya juga enggak terlihat “maksa”. Jadi, lumayan memanjakan mata deh. Interior TARDIS juga didesain lebih baru dan modern. Doctor pun punya sonic screwdriver baru yang lebih besar dan bercahaya hijau.

image
Eleventh Doctor's TARDIS via http://xectc-e.tumblr.com/post/37744484558/can-i-just-pay-respects-to-the-2010-2012-tardis-in

Saya masih harus menonton musim tayang keenam dan ketujuh untuk membuktikan bahwa dugaan dan judgment saya tentang Amy dan Rory salah. Akan tetapi, sekarang rasanya jadi males-malesan buat lanjut nonton. I’m sorry, I’m so sorry. But they better do something big to impress me!

Sampai jumpa di tulisan berikutnya!

Adinda S. Rahayu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s