Watch: Doctor Who Season 6 (2011)

Satu musim lagi menjelajah ruang dan waktu bersama Amy, Rory, River, dan tentu saja time lord nyentrik kesayangan kita, The Doctor.

image
TARDIS family via Entertainment Weekly http://www.EW.com

The Doctor: Eleventh Doctor (Matt Smith)
Companions: Amy Pond (Karen Gillan), Rory Williams (Arthur Darvill), River Song/Melody Pond (Alex Kingston)
Summary: Amy, Rory, dan River mendapat undangan dari Doctor untuk menemuinya pada tahun 1969, yakni tahun pertama manusia menjejakkan kaki di bulan. Keempatnya sedang berpiknik di tepi Danau Silencio, Utah, Amerika Serikat, ketika seorang astronot muncul di danau tersebut. Astronot yang “tersesat” itu ternyata malah membunuh Doctor.

Masih terpukul atas kejadian tersebut, Amy, Rory, dan River bertemu dengan sosok Doctor dari masa lalu. Bersama, mereka menyelidiki “kematian” Doctor dan hubungannya dengan The Silents serta sosok astronot misterius yang membunuhnya di tepi danau tersebut.

Favorite Episodes: (Sebelumnya, jangan lupa nonton dua episode pertama “The Impossible Astronaut”/”Day of the Moon” dan episode terakhir “The Wedding of River Song”)

1. “The Doctor’s Wife”
Setelah melewati “ketegangan” di dua episode pertama, episode keempat di musim keenam ini rasanya menyegarkan banget. Kisahnya, di luar semesta, House—monster pemangsa kaum time lord dan TARDIS-nya—memindahkan jiwa sang TARDIS ke dalam tubuh wanita bernama Idris. Idris pun menjelma menjadi manusia dengan jiwa TARDIS. Sementara itu, House menguasai tubuh TARDIS boks telepon dan menjebak Amy dan Rory di dalamnya.

image
Neil Gaiman, Suranne Jones sebagai TARDIS Idris, dan Matt Smith sebagai Doctor via http://www.archive.wired.com dok. BBC

Ditulis oleh Neil Gaiman, boleh jadi ini merupakan salah satu di antara episode-episode Doctor Who yang paling menarik. Episode ini penuh adegan lucu, tapi siap-siap nangis di akhir cerita saat Doctor harus berpisah dengan TARDIS Idris. Hiks.

2. “A Good Man Goes To War”/”Let’s Kill Hitler”
Identitas Melody Pond atau River Song—anak dari Amy dan Rory—terungkap perlahan. Melody memiliki kemampuan menjelajah waktu dan beregenerasi layaknya time lord karena ia dikandung di dalam TARDIS. Namun, ketika masih bayi, Madam Kovarian menculik dan mendoktrinnya dengan ajaran Silence untuk membunuh Doctor.

Kedua episode ini seolah mengajak kita menguraikan simpul bersama. Kita mundur teratur dan menikmati tiap proses pencarian jawaban dan tentunya, dikejutkan dengan sosok River Song yang misterius. Oh iya, sebenarnya Captain Jack Harkness direncanakan muncul di “A Good Man Goes To War” lho. Namun, saat itu John Barrowman masih sibuk dengan Torchwood sehingga penampilannya dibatalkan.

3. “Closing Time”
Lagi-lagi episode yang lucu! Doctor berjumpa kembali dengan Craig Owens yang pernah membantunya di episode “The Lodger” (musim kelima). Craig menawarkan bantuan untuk membantu Doctor menyelidiki keanehan di sebuah pusat perbelanjaan, yang ternyata disebabkan oleh Cybermen. Doctor dan Craig berakting macam komedian banget!

image
Doctor dan Craig via http://www.pinterest.com

Terus, entah kenapa, saya jatuh cinta dengan sosok Doctor di episode ini. Apalagi waktu dia ngobrol sama Alfie, anaknya Craig yang masih bayi. Imut tingkat maksimal lah.

“You are so young, aren’t you? And you know, right now everything’s ahead of you. You could be anything. You could walk among the stars. They don’t actually look like that you know. They are rather more impressive. You know when I was little like you I dreamt of the stars. I hope you have as much fun as I did, Alfie.”
– Eleventh Doctor

Thoughts:
Di luar dugaan, ternyata musim keenam ini punya plot cerita yang kuat. Benang merahnya ialah River Song, istri sang Doctor yang juga merupakan child of TARDIS, yakni anak yang dikandung di dalam TARDIS oleh kedua orang tuanya, Amy dan Rory. Musim keenam ini juga sebenarnya dibagi menjadi dua di episode “A Good Man Goes To War”, meskipun menurut saya, enggak begitu berpengaruh dengan cerita secara keseluruhan.

Amy dan Rory pun berperan lebih banyak di musim ini. Terus, saya suka dengan ide cerita serta linimasanya River Song. Dia pernah bilang ke Doctor (kira-kira begini), ”Your past is my future. Your future is my past.” Benar saja, semakin Doctor mengenalnya, River malah semakin tidak tahu siapa sebenarnya Doctor. Jika mengingat penampilan River di “Time of Angels”/”Flesh and Stone” (musim kelima), yang terjadi malah sebaliknya. Lebih jauh lagi, kalau sudah nonton “Silence In the Library”/”Forest of Dead” di musim keempat, kamu bakal sadar bahwa sesungguhnya itulah saat-saat terakhir perjumpaan River dengan Doctor.

Namun, musim keenam ini kurang banget referensi sejarahnya. Memang sih, Doctor dan kawan-kawan berjumpa dengan Adolf Hitler di “Let’s Kill Hitler”. Namun, episode itu sama sekali enggak bercerita tentang usaha pembunuhan sang Fuhrer. Malah, Hitler terkesan kayak “pajangan” saja untuk episode yang sebenarnya tentang River Song ini. Di awal musim sebenarnya ada juga peristiwa sejarah ketika astronot Amerika mendarat di bulan, tetapi peristiwa itu hanya dijadikan semacam latar belakang untuk mendukung alur cerita.

Di sisi lain, saya benar-benar berpikir kalau serial ini 50% terbuat dari air mata manusia. Entah saya yang gampang merasa tersentuh atau apa, tapi kayaknya kamu belum beneran nonton Doctor Who kalau belum nangis di beberapa episode. Basically, it is a sci-fi series with a lot of loss and heart-breaking moments.

Pokoknya, meskipun kurang unsur sejarah, musim keenam ini layak tonton deh. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya. Yowzah!

Adinda S. Rahayu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s