Pekerjaan Tidak Sesuai Passion? Tidak Masalah!

photo-1444069788560-6ae1deb4c0d4

“Bekerja bukan sekadar mencari nafkah, tetapi ekspresi diri.

– Jakob Oetama

 

Bekerja sesuai passion (renjana atau panggilan hidup) memang menyenangkan. Ada juga yang berpendapat bahwa pekerjaan paling menyenangkan ialah hobi yang dibayar. Malah, bagi sebagian orang, bekerja sesuai passion dan hobi terasa seperti tidak bekerja karena mereka menyukai yang mereka kerjakan.

Namun, pekerjaan yang tidak sesuai dengan renjana bukan berarti tidak bisa produktif. Kamu juga tetap bisa sukses. Ketimbang mengeluhkan pekerjaan yang tak mendukung renjana, ada baiknya kita melakukan hal-hal berikut.

1. Ingat kembali motivasi bekerja

“Saya kerja supaya bisa membiayai orang tua naik haji!” (Ilustrasi foto via Shutterstock)
“Saya kerja supaya bisa membiayai orang tua naik haji!” (Ilustrasi foto via Shutterstock)

Saat pekerjaan yang tak sesuai dengan renjana mulai terasa menjemukan, ingatlah kembali tujuanmu bekerja. Untuk apa dan siapakah kamu bekerja? Apakah untuk keluarga, untuk mengembangkan diri, atau untuk memperoleh jabatan tinggi? Rapalkan kembali tujuanmu. Jika kamu bekerja sebagai tulang punggung keluarga, ingatlah wajah anggota keluarga yang ingin kamu bahagiakan dari pekerjaan ini. Mengingat tujuan akan melecut diri agar lebih bersemangat menghadapi pekerjaan.

Baca juga: “Jangan Bekerja Tanpa Tujuan! Ini Dia Alasannya”

2. Ciptakan suasana kerja yang menyenangkan

Makan-makan habis gajian. (Ilustrasi foto oleh Ali Inay https://unsplash.com/inayali via Unsplash,  dengan lisensi Creative Commons Zero. https://unsplash.com/license)
Makan-makan habis gajian. (Ilustrasi foto oleh Ali Inay via Unsplash,  dengan lisensi Creative Commons Zero.)

Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan. Di tengah kejenuhan akibat pekerjaan yang tak sesuai dengan renjana, menciptakan suasana kerja yang dinamis merupakan keputusan yang layak dilakukan. Contohnya, dengan menjalin hubungan baik dengan rekan kerja lainnya. Misalnya rutin melakukan kegiatan bersama di luar jam kerja, seperti karaoke, makan di restoran baru setelah gajian, atau outbond.

Baca juga: “Ini Dia Rahasia Bahagia di Tempat Kerja”

3. Salurkan passion di waktu lain

Passion: memasak dan jadi koki hebat. (Ilustrasi foto oleh Todd Quackenbush https://unsplash.com/toddquackenbush via Unsplash,  dengan lisensi Creative Commons Zero. https://unsplash.com/license)
Passion: memasak dan jadi koki hebat. (Ilustrasi foto oleh Todd Quackenbush via Unsplash,  dengan lisensi Creative Commons Zero.)

Apakah saat ini kamu bekerja sebagai akuntan, padahal passion-mu adalah berbisnis? Optimalkan waktu di luar jam kerja untuk melakoni kegiatan yang menjadi passion kamu. Manfaatkan waktu libur dan akhir pekan sebaik-baiknya.

Tunjukkanlah bahwa kita adalah pribadi yang profesional sehingga kegiatan passion tidak mengganggu pekerjaan utama. Dengan tetap menekuni passion, kita tidak kehilangan jati diri.

Baca juga: “Punya Penghasilan Tambahan, Mengapa Tidak?” 

4. Tetap maksimal

Totalitas dalam bekerja juga cermin kualitas diri. (Ilustrasi foto via Pexels https://www.pexels.com/photo/keyboard-desk-wristwatch-watch-8264/, dengan lisensi Creative Commons Zero. https://www.pexels.com/photo-license/)
Totalitas dalam bekerja juga cermin kualitas diri. (Ilustrasi foto via Pexels, dengan lisensi Creative Commons Zero.)

Pekerjaan yang tidak sesuai passion mungkin terasa menjemukan. Namun, bukan berarti boleh menggunakan alasan tersebut sebagai “tameng” ketidakproduktifan kita. Seperti kata Jakob Oetama, salah satu pendiri harian nasional Kompas, “Bekerja bukan sekadar mencari nafkah, tetapi ekspresi diri.” Ekspresi diri dalam bekerja tidak hanya ditunjukkan lewat passion, tetapi juga dari sikap kita selama melakoni pekerjaan tersebut.

Kerjakanlah yang kamu cintai, cintailah yang kamu kerjakan!

Ilustrasi foto utama oleh Angelina Litvin via Unsplash dengan lisensi Creative Commons Zero.

Catatan:

  • Dimuat di laman blog Pinjam Indonesia, dengan perubahan pada kata sapaan.
  • This article is a part of my work, but I’m sort of happy with this article because I was really on fire while writing this. 🙂 Tell me what you think on the comments below!
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s